SMAIT AL MADINAH
Diterbitkan pada 2026-10-09 - Oleh PIDP, Sutjihana Andinisari,S.H, M.Pd., dan Admin Website
Pembelajaran
di sekolah tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan dan
keterampilan semata, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Salah
satunya melalui pembelajaran table manner dalam mata
pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU). Materi ini, yang merupakan
kelanjutan dari materi makanan tradisional dan mancanegara, memberikan wawasan
kepada siswa tentang tata cara makan secara internasional, sekaligus menanamkan
pentingnya etika, kesopanan, dan penghargaan terhadap orang lain saat menikmati
hidangan bersama.
Table
manner merupakan tata cara makan yang mencakup
penggunaan peralatan makan, penataan hidangan, serta perilaku yang sesuai
selama berada di meja makan. Keterampilan ini menjadi bekal penting bagi siswa,
terutama ketika kelak menghadiri jamuan resmi, pertemuan bisnis, acara
keluarga, maupun kegiatan internasional. Dalam dunia kewirausahaan, pemahaman
tentang etika makan juga dapat mendukung profesionalisme dan kemampuan membangun
relasi. Namun, hal yang paling ditekankan dalam pembelajaran ini bukan sekadar
kemampuan menggunakan sendok, garpu, atau pisau dengan benar. Lebih dari itu,
siswa diajak memahami bahwa etika makan mencerminkan
sikap menghargai diri sendiri dan orang lain.
Ada
sejumlah kebiasaan yang perlu diperhatikan ketika makan bersama. Siswa
dibiasakan untuk tidak menggunakan telepon genggam saat menikmati hidangan.
Karena kebiasaan tersebut dapat mengurangi perhatian terhadap orang-orang yang
hadir. Selain itu, siswa diingatkan agar tidak makan dengan suara berisik,
mengecap, atau membiarkan sendok dan garpu beradu dengan piring hingga
menimbulkan dentingan yang mengganggu. Bersendawa secara sengaja atau tanpa
berusaha menutupinya dengan sopan juga perlu dihindari. Hal-hal sederhana ini
menjadi bagian dari latihan mengendalikan diri, menjaga kenyamanan bersama, dan
menunjukkan rasa hormat.
Pembelajaran
ini juga dikaitkan dengan nilai-nilai Islam. Dalam Al-Qur'an surah
Al-A'raf ayat 31, Allah Swt. memerintahkan manusia untuk makan dan minum tanpa
berlebihan. Sementara itu, dalam hadis riwayat Sahih al-Bukhari dan
Sahih Muslim, Rasulullah SAW mengajarkan agar makan dengan menyebut nama Allah,
menggunakan tangan kanan, dan mengambil makanan yang dekat.
Agar
pembelajaran lebih menarik dan mudah dipahami, diterapkan metode demonstrasi
dan praktik langsung. Kegiatan diawali dengan penjelasan serta peragaan guru
mengenai penggunaan peralatan makan dan tata cara bersikap di meja makan.
Selanjutnya, siswa menyaksikan tayangan video yang memperlihatkan penerapan table
manner dalam jamuan internasional. Pada tahap akhir, siswa
mempraktikkan penataan meja dan hidangan, kemudian menikmati makanan dengan
menerapkan etika yang telah dipelajari.
Dalam
kegiatan penutup, seorang siswa menyampaikan, tidak hanya memperoleh
pengetahuan tentang tata cara makan internasional, tetapi juga berlatih
menerapkan kesantunan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran PKWU pun
menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan hidup (life
skills), membangun kepercayaan diri, serta membentuk pribadi yang
mandiri, beradab, dan mampu menempatkan diri dalam berbagai lingkungan sosial.
Pada
akhirnya, keberhasilan pembelajaran table manner bukan hanya terlihat
dari kerapian susunan peralatan makan, melainkan juga dari tumbuhnya kesadaran
bahwa cara kita makan mencerminkan bagaimana kita menghargai
makanan, sesama manusia, dan nilai-nilai yang kita yakini.
“
Almadinah…Bergerak Juara!
Almadinah...Bergerak
juara!
Almadinah...Bermanfaat!
Bermartabat! “
Follow
instagram kami di @smait_almadinah
Youtube
: - @almadinahTv
- @SMA IT Al-Madinah
For
more info :
📞 0822-9928-3288
🔗
https://pmbsit.almadinahbogor.sch.id
Website
: almadinahbogor.sch.id
#sitalmadinahcibinong
#sekolahislamfavorit
#sekolahislamterbaik
#sekolahswastaunggulan
#almadinahberkarakter
#sekolahramahanak
#bergerakjuara