Logo SDIT AL MADINAH
Login

Sholat Dhuha Bersama di Sekolah

Diterbitkan pada 2026-01-06 - Oleh PIDP, Hadi Purwanto, S.Pd.I , Admin Web


Sholat Dhuha Bersama di Sekolah

Pendidikan nasional tidak hanya bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa secara intelektual, tetapi juga membentuk manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Dalam konteks ini, sekolah terbaik SIT Al-Madinah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai spiritual melalui kegiatan pembiasaan yang terintegrasi dengan proses pendidikan. Salah satu bentuk pembiasaan tersebut adalah sholat dhuha bersama di sekolah. Kegiatan ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki dampak signifikan terhadap sikap spiritual dan kualitas proses belajar murid. Sholat dhuha sebagai ibadah sunnah memiliki makna mendalam dalam pembentukan karakter. Dalam perspektif pendidikan Islam, pembiasaan ibadah sejak dini merupakan sarana internalisasi nilai keimanan dan ketakwaan. Abuddin Nata menyatakan bahwa pendidikan Islam harus menyentuh dimensi ruhani secara berkesinambungan agar nilai-nilai agama tidak berhenti pada aspek kognitif, tetapi terwujud dalam sikap dan perilaku1. Oleh karena itu, sholat dhuha bersama di sekolah menjadi media efektif untuk menanamkan kesadaran spiritual melalui pengalaman langsung.

Dari sudut pandang filsafat pendidikan, Ki Hajar Dewantara menegaskan bahwa pendidikan adalah proses menuntun kodrat anak agar berkembang secara utuh. Implementasi sholat dhuha bersama dapat dipahami sebagai bentuk tuntunan spiritual yang menyeimbangkan perkembangan intelektual dan moral. Murid tidak hanya diarahkan untuk mencapai prestasi akademik, tetapi juga dibimbing untuk mengenal nilai ketuhanan, keikhlasan, dan rasa syukur sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Secara psikologis, pembiasaan sholat dhuha berdampak positif pada ketenangan emosional murid. Zohar dan Marshall menjelaskan bahwa kecerdasan spiritual merupakan fondasi bagi kecerdasan intelektual dan emosional2. Murid yang memiliki kecerdasan spiritual cenderung lebih mampu mengelola emosi, memiliki tujuan hidup yang jelas, serta menunjukkan sikap positif dalam belajar. Pelaksanaan sholat dhuha bersama di sekolah membantu menciptakan kondisi batin yang tenang, sehingga murid lebih siap mengikuti proses pembelajaran. Dalam konteks pendidikan karakter, sholat dhuha bersama mencerminkan prinsip pembelajaran nilai melalui praktik nyata. Lickona menegaskan bahwa pendidikan karakter yang efektif harus mencakup pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral3. Sholat dhuha bersama memenuhi ketiga aspek tersebut: murid memahami makna ibadah, merasakan kedekatan spiritual, dan melakukan tindakan nyata secara konsisten.

Dengan demikian, nilai religius tidak hanya diajarkan, tetapi dibiasakan dalam kehidupan sekolah. Pelaksanaan sholat dhuha bersama juga berkontribusi pada peningkatan disiplin dan tanggung jawab murid. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan pada waktu tertentu sebelum pembelajaran dimulai, sehingga melatih murid untuk menghargai waktu dan membangun kebiasaan positif. John Dewey menyatakan bahwa pengalaman langsung merupakan inti dari proses pendidikan. Melalui pengalaman beribadah bersama, murid belajar tentang keteraturan, kebersamaan, dan komitmen secara kontekstual4. Dari sisi proses pembelajaran, banyak pendidik menemukan bahwa murid yang mengikuti sholat dhuha bersama menunjukkan konsentrasi belajar yang lebih baik. Kondisi emosional yang stabil dan suasana hati yang positif setelah beribadah mendukung fungsi kognitif seperti fokus dan daya ingat. Hal ini sejalan dengan kajian neuroedukasi yang menyebutkan bahwa keadaan emosional yang tenang sangat berpengaruh terhadap efektivitas belajar.

Implementasi sholat dhuha bersama juga selaras dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembentukan Profil Pelajar Pancasila. Nilai-nilai seperti beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bergotong royong, mandiri, serta berakhlak mulia tercermin dalam kegiatan ini. Sholat dhuha bersama menjadi bagian dari budaya sekolah yang mendukung pembelajaran bermakna dan berpusat pada murid. Selain itu, sholat dhuha bersama memperkuat budaya sekolah yang religius dan humanis. Deal dan Peterson menjelaskan bahwa budaya sekolah berpengaruh besar terhadap perilaku dan karakter warga sekolah5. Keteladanan guru yang ikut melaksanakan sholat dhuha bersama murid memperkuat internalisasi nilai, karena murid belajar tidak hanya dari instruksi, tetapi juga dari contoh nyata. Dengan demikian, sholat dhuha bersama di sekolah unggulan SIT Al-Madinah merupakan strategi pendidikan yang holistik. Kegiatan ini berdampak positif terhadap sikap spiritual murid, pembentukan karakter, serta kualitas proses pembelajaran. Dan ini dilakukan  secara konsisten disertai pemahaman makna, yang InsyaAllah sholat dhuha bersama di sekolah ini dapat menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi yang unggul secara intelektual, emosional, dan spiritual.

---

Daftar Pustaka

Nata, A. (2012). Pendidikan dalam Perspektif Islam. Jakarta: Kencana.

Zohar, D., & Marshall, I. (2000). SQ: Spiritual Intelligence. London: Bloomsbury.

Lickona, T. (1991). Educating for Character. New York: Bantam Books.

Dewey, J. (1938). Experience and Education. New York: Macmillan.

Deal, T. E., & Peterson, K. D. (2009). Shaping School Culture. San Francisco: Jossey-Bass.


“ Almadinah…Bergerak Juara!

Almadinah...Bergerak juara!

Almadinah...Bermanfaat! Bermartabat! “

Follow instagram kami di @sdit_al_madinah_bogor

Youtube : @almadinahTv


For more info :

📞 0251-8655-777 / 0822-9928-3288

🔗 https://pmbsit.almadinahbogor.sch.id

Website : almadinahbogor.sch.id


Brosur
Banner