SDIT AL MADINAH
Diterbitkan pada 2026-05-26 - Oleh PIDP,Siti Nafisah S. Pd. Gr , Admin Web
Tulisan ini
diambl dari buku Ushfuriyah oleh Syekh Muhammad bin Abu Bakar al-Ushfuri
Menurut sebuah hadits riwayat Amir bin
Rabi’ah, Nabi Muhammad Saw. Berkata :
“Apabila
seorang hamba meninggal, kemudian Allah mengetahui dirinya mempunyai kejelekan,
sedangkan orang-orang mengatakan bahwa ia baik, maka Allah berkata kepada
malaikat, ”Saksikanlah, Aku terima persaksian orang-orang atas hamba yang satu
ini. Aku mengampuninya, meskipun Aku mengetahui yang sebenarnya tentang
hamba-Ku ini”.
Dahulu kala, ada seseorang yang sangat
cerdik. Nama panggilannya pun menggambarkan kecerdikannya. Menurut orang-orang
yag mengenalnya, ia adalah seorang yang sangat cerdas. Pada suatu hari ia masuk
pasar. Di sana, ia menipu orang-orang dan berhasil ,ngambil seorang dari suku
Rastaq. Ia mengajak dan menjabat tangannya, lalu berkata, “Engkau adalah teman
ayahku, aku hendak bertamu kepadamu pada hari ini”.
Laki-laki tersebut berkat, “Aku tidak
mengenal kamu dan ayahmu.”
Si cerdik itu berkata, “Engkau dulu adalah
teman ayahku. Barangkali engkau lupa, namun aku tidak.”
Sesaat ia diam dan berkata lagi, “Aku
hendak bertamu karena Allah semata.”
Akhirnya, si cerdik bersama laki-laki itu mampir
ke sebuah kedai yang menjual kepala hewan. Ia membeli kepala, roti, dan
makanan. Kebiasaan yang berlaku di daerah tersebut adalah pembeli tidak
membayar makanan kecuali sesudah memakannya. Tatkala ia memakan makanan dan
hanya tersisa satu atau dua suapan, si cerdik keluar dari kedai tersebut dengan
alasan kencing atau alasan lain. Tatkala teman barunya hendak keluar, penjual
di kedai tersebut memintanya membayar kepala dan makanan yang telah diambil.
Ia berkata, “Aku hanya seorang tamu dari
seseorang.”
Aku tidak tahu siapa yang menjadi tamu dan
siapa yang menjadi tuan rumah. Yang jelas aku harus mendapat ganti makanan yang
kalian ambil.
Begitu aksinya, sampai di usianya yang
senja, si cerdik masih gemar memperdaya orang lain, sebagaimana dalam salah satu
kasus di atas. Pada suatu hari, ia sakit parah. Dengan akal cerdiknya, ia
menyewa dua orang dengan bayaran satu dinar untuk masing-masing orang. “Ketika
aku mati, katakan di belakang jenazahku, “Sebaik-baik laki-laki adalah
laki-laki ini. Ia seorang yang shalih dan suka berbuat baik. “Dan jangan tinggalkan
aku sampai aku telah selesai dikubur.
Selang beberapa waktu, ia mati. Dua orang
yang mendapat titipan dari si cerdik tersebut berkata di belakang jenazah,
“Sebaik-baik laki-laki adalah laki-laki ini. Ia seorang yang shalih dan suka
berbuat baik.”
Lalu, mereka menyelesaikan penguburnnya.
Mereka kembali ke rumah masng-masing. Setelah itu, dua orang malaikat masuk ke
kuburnya. Mereka hendak bertanya kepada si cerdik, tersebut. Tiba-tiba sebuah
suara memanggil, “Tinggalkan hamba-Ku ini. Sesungguhnya, ia hidup penuh dengan
tipu daya dan mati juga dengan tipu daya.”
Allah mengampuni si cerdik antersebut deng persaksian dua orang. Meskipun dua orang tersebut dibayar.Sekian
“ Almadinah…Bergerak Juara!
Almadinah...Bergerak juara!
Almadinah...Bermanfaat! Bermartabat! “
Follow instagram kami di @sdit_al_madinah_bogor
Youtube : @almadinahTv
For more info :
📞 0251-8655-777 / 0822-9928-3288
🔗 https://pmbsit.almadinahbogor.sch.id
Website : almadinahbogor.sch.id