SDIT AL MADINAH
Diterbitkan pada 2026-05-03 - Oleh PIDP,Agus Abdurahman Zaeni , S.Pd , Admin Web
Pembelajaran Al-Qur’an di sekolah tidak
hanya terbatas pada membaca dan menghafal. Berbagai metode kreatif terus
dikembangkan agar siswa semakin dekat dengan Al-Qur’an sekaligus membentuk
karakter yang baik. Salah satu program menarik yang diterapkan di SDIT
Almadinah Bogor adalah Al-Qur’an Bil Qolam dengan metode FTL (Follow The Line).
Program ini diperuntukkan bagi siswa kelas 4, 5, dan 6, dengan tujuan
menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus melatih sikap disiplin dan
pengendalian diri.
Dalam program ini, siswa menulis ayat-ayat
Al-Qur’an dengan cara mengikuti garis tipis yang sudah tersedia pada mushaf
khusus. Mushaf yang digunakan terdiri dari tiga jilid, yaitu Jilid 1 (Juz
1–10), Jilid 2 (Juz 11–20), dan Jilid 3 (Juz 21–30). Garis tipis tersebut
menjadi panduan bagi siswa untuk menelusuri dan menulis ulang huruf-huruf
Al-Qur’an secara rapi dan benar.
Metode FTL (Follow The Line) membantu siswa
menulis dengan lebih terarah. Dengan mengikuti garis yang sudah tersedia, siswa
dapat memahami bentuk huruf hijaiyah secara lebih detail. Kegiatan ini juga
melatih koordinasi antara mata dan tangan sehingga tulisan menjadi lebih rapi
dan proporsional.
Namun, manfaat dari program Al-Qur’an Bil
Qolam tidak hanya terletak pada keterampilan menulis. Lebih dari itu, kegiatan
ini memberikan dampak positif terhadap pembentukan sikap dan karakter siswa.
Salah satu dampak yang paling terasa adalah
melatih pengendalian diri. Menulis ayat Al-Qur’an membutuhkan ketenangan,
kesabaran, dan fokus. Siswa perlu mengendalikan gerakan tangan agar tetap
mengikuti garis yang ada. Mereka juga belajar untuk tidak terburu-buru, karena
sedikit saja kurang teliti dapat membuat tulisan keluar dari garis. Dari proses
ini, siswa belajar menahan diri, mengatur ritme kerja, dan menjaga ketelitian.
Selain itu, program ini juga menumbuhkan
kedisiplinan. Setiap siswa memiliki target penyelesaian penulisan sesuai dengan
jilid yang sedang dipelajari. Untuk mencapai target tersebut, siswa perlu
membiasakan diri menulis secara rutin dan konsisten. Disiplin waktu, disiplin
dalam menjaga kerapian tulisan, serta disiplin mengikuti arahan guru menjadi
bagian dari proses pembelajaran.
Kegiatan menulis Al-Qur’an juga menciptakan
suasana belajar yang lebih tenang dan “sejuk”. Ketika siswa menulis ayat demi
ayat dengan penuh perhatian, suasana kelas menjadi lebih hening dan kondusif.
Aktivitas ini membantu siswa menenangkan pikiran di tengah berbagai aktivitas
belajar lainnya. Banyak siswa merasakan bahwa menulis Al-Qur’an membuat mereka
lebih fokus dan nyaman.
Selain itu, interaksi yang intens dengan
ayat-ayat Al-Qur’an juga membantu menumbuhkan rasa hormat dan kecintaan
terhadap kitab suci. Ketika siswa menuliskan setiap huruf dengan penuh
perhatian, mereka belajar bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi juga
pedoman hidup yang perlu dijaga dan dimuliakan.
Melalui program Al-Qur’an Bil Qolam dengan
metode FTL, SDIT Almadinah Bogor berupaya menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an
yang tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga membentuk karakter siswa.
Proses menulis yang sederhana ternyata mampu melatih kesabaran, kedisiplinan,
dan kemampuan mengendalikan diri.
Dengan pendekatan yang konsisten dan penuh
bimbingan dari para guru, program ini diharapkan dapat menumbuhkan generasi
yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga memiliki
sikap yang tenang, disiplin, dan berakhlak mulia. Pada akhirnya, kegiatan ini
menjadi salah satu cara menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang benar-benar
menyejukkan bagi para siswa.
“ Almadinah…Bergerak Juara!
Almadinah...Bergerak juara!
Almadinah...Bermanfaat! Bermartabat! “
Follow instagram kami di @sdit_al_madinah_bogor
Youtube : @almadinahTv
For more info :
📞 0251-8655-777 / 0822-9928-3288
🔗 https://pmbsit.almadinahbogor.sch.id
Website : almadinahbogor.sch.id